Skip to main content

Sejarah Singkat Ketemengungan Seguna Desa Sei Mawang Kec. Mukok

Seguna berdiri sejak tahun 1927 di bawah pimpinan Kebayan Awal.  Pada tahun 1939 Kebayan Awal digantikan oleh Kebayan Dipak untuk memimpin Kampung Seguna.  Pada masa pimpinan Kebayan Dipak, dari Seguna pindah ke Mukok pada tahun 1943 dan tahun 1947 dari Mukok pindah, terpencar di tiga lokasi yaitu Dojok, Tokang dan Engkiteh.  Dojok dipimpin oleh Kebayan Dipak, Tokang dipimpin oleh Kebayan Tangol dan Engkiteh dipimpin oleh Kebayan Kalai

Tahun 1949 terjadi pergantian pimpinan di Dojok dari kebayan Dipak diganti oleh Kebayan Tidja.  Dari tiga Kebayan yaitu Kebayan Dojok, Kebayan Tokang dan Kebayan Engkiteh mengangkat Dipakai menjadi Temenggung wilayah Seguna.

Tahun 1952 Kebayan Tidja bersama beberapa keluarga pindah dari Dojok ke Badong. 
 Dan Kebayan Tidja memimpin Dojok dan Badong.  Pada tahun 1957 jabatannya, Kebayan menjadi Kepala Kampung, maka Ketemenggung perubahan Seguna meliputi Kampung Badong, Kampung Tokang dan Kampung Engkiteh.  Masing-masing Kampung dipimpin oleh seorang Kepala Kampung.

Tahun 1963 pindah dari Dojok dan Badong ke suatu tempat yang merupakan pulau karena dikelilingi banjir.  Lokasi itu kepunyaan Abang Ali sehingga Kampung itu diberi nama Kampung Pulau Bali.  Sementara untuk Kampung Tokang dan Engkiteh juga pindah pemukiman tetapi tidak terlalu jauh dan tidak mengubah nama.

Pada tahun 1967 Kecamatan Mukok berdiri dengan Ibukota Kecamatan di Kedukul.  Sebelum berdiri Kecamatan Mukok, wilayah Seguna masuk dalam wilayah Kecamatan Jangkang.

`Tahun 1982 program transmigrasi masuk ke Kecamatan Mukok yang terdiri dari Satuan Pemukuman (SP I) Mukok lokasi di Kampung Pulau Bali dan sebagian Kampung Tokang, SP II terletak di Tokang dan Engkam sehingga Tokang terpecah dua yaitu Tokang SP I dan Tokang SP II.

Pada tahun 1987 terjadi perubahan nama dan sebutan berdasarkan Keputusan Gubernur Dati I Kalimantan Barat Nomor 353 tentang Penghapusan, Penggabungan dan Pembentukan Desa.  Dari sebutan Kampung menjadi Desa, dari beberapa desa yang digabung menjadi satu desa dan disebut Kampung (Desa gaya lama) Dusun.  Istilah ini dikenal dengan sebutan Regrouping Desa.

Dengan adanya pengelompokan kembali Desa maka terbentuklah Desa Sei Mawang yang meliputi dua wilayah Ketemenggungan yaitu Ketemenggungan Seguna dan Ketemenggungan Kopar.  Ketemenggungan Seguna terdiri dari Dusun Pulau Bali, Tokang dan Engkiteh dan Ketemenggungan Kopar terdiri dari Dusun Sei Mawang, Setending, Ketapang dan Sei Beringin.

Jadi Kepala Desa Sei Mawang Tahun 1987-1995 adalah Aban, Tahun 1995-2007 adalah Herkulanus Hatta, Tahun 2007-2008 adalah Mikael YS, Tahun 2008 sampai 2014 adalah Cosmas Maslan Lacanda, Tahun 2014 sampai 2016 adalah Emanuel, pada tanggal 19 Juli 2016 pelantikan Leo menjadoi Kepala Desa Sei Mawang.  (adadisanggau)

Sumber: L.Lohin Binus. S

Comments

Popular posts from this blog

SEJARAH SINGKAT DESA BALAI INGIN

Asal mula terbentunya Desa Balai Ingin pada Tahun 1976 yang pada saat itu terdiri dari Enam kepala Kampung, di mana masing-masing kampung dikepalai oleh satu kepala kampung yang terdiri dari : Kampung Balai Ingin Hilir dikepalai oleh Bapak JAFRI, Kampung Balai Ingin Hulu di Kepalai oleh Bapak SUKRAN, Kampung Pagar Silok Dikepalai oleh Bapak MUSTAR, dan Kampung Entacak dikepalai oleh Bapak SELEMAN, Kampung Sembawang Peragong dikepalai oleh Bapak ALIM, Kampung Ambong Kersik dikepalai oleh Bapak PANGEH Pada Tahun 1985 terjadi perubahan status Kampung Menjadi Desa dan pada Tahun 1987 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Kalimantan Barat Nomor 353 tentang Penghapusan, Penggabungan dan Pembentukan Desa. Maka pada tahun terjadi pengelompokan kembali desa.  Desa Balai Ingin salah Satu Desa yang jauh dari kecamatan ( ± 42 Km ), mayoritas penduduk Desa Balai Ingin adalah suku Dayak, Melayu. dan mayoritas Beragama Kristen, Katolik, Islam.   Dari Keenam kepala kampung ...

Cara Input Profil Desa Online pada website prodeskel

Langkah-langkah mengisi potensi desa secara online 1. menghubungkan dengan internet/ menggunakan modem 2. Buka alamat situs http://prodeskel.binapemdes.kemendagri.go.id/ 3. Setelah alamat situs tersebut muncul, klik Masuk/Login 4. Isikan kode registrasi dengan kode desa, dan kode sandi dengan kata sandi yang telah diberikan 5. Klik pada Potensi, Entri Data 6. Setelah menu-menu muncul, klik pada menu yang akan diisi, misalnya menu 'batas wilayah' 7. Isi dengan data yang Anda punya 8. Klik simpan 9. Silakan lanjutkan sesuai data yang Anda punya 10. Untuk melihat hasilnya, klik Laporan Terkini 11. Selesai Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat video dibawah ini